Who's Online

Kami punya 49 tamu online

Chat

Nomor Resmi

0823 9188 1999

http://www.dapodikagam.net/

Artikel dapat dikirim melalui

email :

diknasagam@yahoo.co.id

berkunjung Ke

e-mail resmi

diknasagam@yahoo.co.id

Guru Pembelajar

Login GP Click Here

Login Form



Home Artikel Guru

Horizontal SlideShow Module v1.8 by JT.
Artikel Guru
RAHASIA AUDIOVISUAL PADA PROSES PEMBELAJARAN PDF Cetak Surel
Ditulis oleh AFNI YUSUF   
Senin, 30 Maret 2015 09:44

RAHASIA AUDIOVISUAL  PADA PROSES PEMBELAJARAN

Oleh

AFNI YUSUF

(Guru SMA Negeri 1 Sungai Pua, Kabupaten Agam)

ABSTRACT

 

A learning process is one of the main factors to determine the success of learning objective. It is mainly designed in the whilst activity. Each teacher should be able to create the learning condition well. One of the manners to make or create effective and fun learning process by using an audiovisual (video).  Audiovisual material provides a rich medium for teaching and learning. Video can effectively communicate complex information to a student and, if used creatively, can become a powerful expressive tool. This short paper looks at some potential benefits and challenges associated with using video materials in teaching and learning

 

Di era globalisasi ini, program  pembelajaran seakan-akan belum dapat memberikan   hasil yang memuaskan. Hal ini terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung, suasana kelas nampak tegang dan membosankan. Guru sibuk menyampaikan materi tanpa mau tau tentang siswanya faham atau tidak. “Paham tidak paham asal materi habis,  urusan menjadi beres”. Kebanyakan guru dalam mendidik  monoton dan enggan melakukan inovasi- inovasi. Banyak guru-guru yang GATEK (Gagap Teknologi) sehingga kurang mampu menggunakan media dalam proses pembelajaran.

Selengkapnya silahkan klik disini

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 30 Maret 2015 09:59
 
TEKNIK VOCAL DAN TEKNIK BERBICARA DAN APLIKASINYA PADA DUNIA PENDIDIKAN PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Dita Wedia   
Rabu, 04 Februari 2015 08:50

TEKNIK VOCAL DAN TEKNIK BERBICARA
DAN APLIKASINYA PADA DUNIA PENDIDIKAN

Dita Wedia*)

A. Pendahuluan

Sebagai seorang Pendidik dan Guru hampir setiap waktu kita menggunakan/mendengar rekan sejawat kita berbicara dengan pengeras suara sekolah untuk berbagai keperluan misalnya mengumumkan sesuatu, memanggil siswa untuk datang kekantor dan sebagainya.

Namun pernahkah menjadi perhatian bagi kita suara yang keluar dari pengeras suara tersebut menyampaiakan pesan kepada audience sebagaimana dimaksud oleh pembicara, atau selanjutnya apakah suara yang keluar dari pengeras suara terasa nyaman bagi pendengar.

Pada tulisan ini penulis ingin sedikit mengupas masalah sederhana ini namun berlaku sepanjang waktu hampir diseluruh lembaga pendidikan kita, tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah sentuhan sederhana perbaikan teknik vokal yang berdampak luar biasa bagi kenyamanan siswa kita disekolah.

Sering kita dengar siswa yang dipanggil namanya melalui pengeras suara disekolah lansung menimbulkan dada berdebar dan menerima rasa bersalah yang tidak jelas serta ejekan teman sekelas, yang disebabkan gaya bicara dan intonasi pemanggilan siswa tersebut yang kurang baik, maka message yang dikirim akan direceive berbeda oleh audience. Terkadang tanpa kita sadari suara yang keluar dari pengeras suara terdengar seperti marah, tergesa gesa.

Mengadopsi teknik vokal news anchor di televisi atau public speaking lainnya membuat pemirsa betah berlama lama mendengarkan berita yang dibacakan, dan tentunya hal tersebut tidak salah kita aplikasikan dilingkungan kerja / sekolah kita.

Hal ini dapat dilaksanakan tentunya dengan latihan dan meniru yang baik.

Selengkapnya silahkan saudara unduh disini

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 04 Februari 2015 09:43
 
MENERIMA/MENGAMBIL BROSUR PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Armanto   
Jumat, 21 November 2014 10:59

Deskripsi

MENERIMA/MENGAMBIL BROSUR

Oleh : Misdawati, S.Pd. SD

Ini perihal kebiasaan penulis yang sering menjadi ledekan teman-teman. Kebiasaan yang penulis rasakan bermanfaat dan menambah wawasan bagi diri penulis. Kebiasaan menerima brosur/selebaran/pamflet di jalanan atau mengambil sendiri saat berada di tempat-tempat umum yang memang menyediakannya untuk diambil.

Kalau kita sedang berada di Bandara, selalu tersedia brosur tentang destinasi wisata yang ada di kota tersebut, nama perusahaan transportasi/taxi, Nama hotel/penginapan dari kelas melati sampai bintang lima, juga kegiatan,  sarana dan  prasarana yang terdapat pada tempat-tempat wisatanya. Sebagai pengunjung, penulis jadi punya banyak pilihan tempat untuk dikunjungi, selain juga bisa menjadi bahan utuk penulisan Laporan Perjalanan saat sudah sampai di kota asal. Tulisan jadi lebih lengkap dan akurat karena lengkap data dan gambarnya, sekalipun  sudah tersedia guide yang memandu. Begitupun kalau kita sedang berada di stasiun kereta api, baik di daerah maupun di kota-kota besar yang lebih lengkap sarana informasinya. Tak pernah penulis melewatkan kesempatan untuk mengambil brosur yang disediakan, setidaknya untuk dibaca saat dalam perjalanan. Di beberapa kota besar, juga menyediakan brosur pada terminal bus-nya. Rasanya wawasan tentang masing-masing tempat yang dikunjungi jadi bertambah. Kita jadi mengetahui, apa makanan khas daerah tersebut, apa nama-nama kota yang menyimpan sejarah, apa saja nama-nama tempat wisatanya, atau dimana letak perpustakaan daerah-nya, bagi yang datang ke kota tersebut untuk menimba ilmu. Untuk di pelabuhan, penulis memang belum punya pengalaman menaiki transportasi laut, namun penulis yakin, tentu tidak jauh beda dengan tempat transportasi lainnya, baik darat maupun udara.

Adakalanya saat sedang berada di Rumah Sakit, apakah itu dalam kesempatan berobat atau membezuk teman dan sanak saudara yang sedang dirawat, tidak sekalipun penulis melewatkan kesempatan mengambil brosur yang disediakan. Subhanallah, begitu bayak informasi dan pengetahuan yang penulis dapatkan, seperti baru-baru ini penulis membezuk orang tua teman yang sakit di Rumah Sakit terbesar di kota Bukittinggi, penulis mengambil empat buah brosur tentang  Typus, Katarak, Hepatitis B, dan Sadari (Periksa Payudara Sendiri).

Mungkin informasi tentang penyakit Typus sudah biasa kita dengar, namun penulis baru menyadari kalau telur ayam yang dimasak setengah matang bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit Typus, sementara itu adalah hal yang biasa dikonsumsi oleh orang tua penulis. Menyadari hal ini, penulis segera menyampaikan informasi ini kepada orng tua agar merubah cara memasaknya sampai telur matang, untuk menghindari penyakit yang tidak diinginkan. Hal ini terkesan sepele, namun bila tidak hati-hati dalam mengkonsumsi makanan, bukan tidak mungkin penyakit tersebut akan singgah di tubuh kita, yang tentunya akan mengeluarkan biaya yang tidak murah untuk mengobatinya. Ini tidak lain berkat  info dari brosur.

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 21 November 2014 11:01
 
SMK NEGERI 2 LUBUK BASUNG MENGGALI TALENTA SISWA DENGAN RANDAI PDF Cetak Surel
Ditulis oleh SMKN 2 Lubuk Basung   
Selasa, 15 Juli 2014 14:29

Randai merupakan salah satu permainan tradisional di Minangkabau yang dimainkan secara berkelompok dengan membentuk lingkaran, Para pemain yang melingkar pun melangkahkan kaki secara perlahan  sambil menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian secara berganti-gantian. Pada awalnya randai adalah media untuk menyampaikan kaba atau cerita rakyat melalui gurindam atau syair yang didendangkan dengan iringan galombang (tari) yang bersumber dari gerakan-gerakan silat

Randai dalam sejarah Minagkabau memiliki sejarah. Konon kabarnya, randai sempat dimainkan oleh masyarakat Pariangan Tanah Datar ketika masyarakat tersebut berhasil menangkap rusa yang keluar dari laut. Randai tumbuh dari dalam lingkungan masyarakat kebanyakan. Karena dalam struktur Minang tidak membedakan golongan dalam masyarakat yang ada. Randai sekaligus menggambarkan kehidupan masyarakat sehari-hari. Sesuai dengan papatah-petitih  Minangkabau yang berbunyi “Kesenian Minang Mambusek dari Bumi dan Manitik dari langit”. (http:// minangkabauku. wordpress.com /2005/06/08/randai-sebuah-kesenian-daerah-dari-minangkabau/).

 
DENGAN AKREDITASI ‘A’ DAN PERFORMANS YANG AGAMIS PDF Cetak Surel
Ditulis oleh IRMAL S.Pd   
Selasa, 15 Juli 2014 14:24

IRMAL S.Pd.

(Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Baso)

 

I.      Pendahuluan

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 2 ayat (2) tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) perlu dilakukan dalam tiga program terintegrasi yaitu evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi.Penjaminan mutu pendidikan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat agar dapat memperoleh layanan dan hasil pendidikan sesuai dengan yang dijanjikan  oleh penyelenggara pendidikan.

Selanjutnya, Penegasan tentang pentingnya akreditasi dapat dilihat pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), BAB XVI Bagian Kedua Pasal 60, tentang Akreditasi yang berbunyi sebagai berikut,1) Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan, 2) Akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas public, 3)  Akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka.

Mengingat pentingnya akreditasi sebagai salah satu upaya untuk menjamin dan mengendalikan kualitas pendidikan, maka  pemerintah melalui Peraturan Mendiknas Nomor 29 Tahun 2005 membentuk Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), sebagai pengganti institusi pelaksana akreditasi sekolah yang lama yaitu Badan Akreditasi Sekolah Nasional (BASNAS). Pelaksanaan akreditasi oleh BAN-S/M didasarkan atas Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional khususnya pasal 60, serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, Pasal 86 dinyatakan hal-hal sebagai berikut.1) Pemerintah melakukan akreditasi pada setiap jenjang dan satuan pendidikan untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan.2.  Kewenangan akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat,1) dapat pula dilakukan olehlembaga mandiri yang diberi kewenangan oleh Pemerintah untuk melakukan akreditasi.3).  Akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai bentukakuntabilitas publik dilakukan secara obyektif, adil, transparan, dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan.

Penggunaan instrumen akreditasi mengacu pada SNP diadasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang memuat kriteria minimal tentang komponen pendidikan.Seperti dinyatakan pada pasal 1 ayat (1) bahwa SNP adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.Oleh karena itu, SNP harus dijadikan acuan guna memetakan secara utuh profil kualitas sekolah/madrasah.

 
« MulaiSebelumnya12SelanjutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL


Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Agam
Jln. DR. Mhd. Hatta, Lubuk Basung
Tel. 0752-76318 Fax. 0752-76250
©Armanto .:+6285263119553:.